Kolose 1:19 • Galatia 2:20  •      
        Yohanes 17:20-23 


Reformational Worldview Chapel • 10 Desember 2006 

Home

Sounding

    Inti sari berita natal adalah Imanuel. Allah beserta kita. Suatu berita yang diberikan dan dikerjakan oleh TUHAN Allah Pencipta langit dan bumi. Suatu kebutuhan dan kerinduan hati manusia yang hanya dapat terlaksana karena kasih karunia TUHAN sendiri. 

    Penyertaan TUHAN adalah penyertaan pribadi TUHAN Allah sendiri. Bukan sekedar penyertaan tanpa relasi, bukan sekedar penyertaan dari jauh, namun penyertaan dalam relasi perjanjian. Ajaiblah penyertaan-Nya. Itulah kedatangan Mesias yang dinantikan dalam Perjanjian Lama. Penyertaan-Nya menyatakan keajaiban karya-Nya yang agung. 

    Penyertaan pribadi Allah dalam Yesus Kristus yang adalah Imanuel hanya dapat dipahami kelimpahannya dalam Allah Tritunggal, yaitu relasi antara Bapa, Anak dan Roh Kudus. Alkitab menjelaskan relasi ketiga-Nya dengan kalimat “di dalam,” yaitu mereka di dalam satu yang lainnya tanpa kehilangan identitas masing-masing. Bapa di dalam Anak, Anak di dalam Bapa, demikian pula dengan Roh Kudus. Mereka begitu lekat satu dengan lainnya. Sebagaimana diungkapkan dalam Kolose 1:19 “For God was pleased to have all his fullness dwell in him.” 

    Keagungan relasi ini tidak berhenti hanya pada Allah Tritunggal yang kudus. Relasi kita umat tebusan-Nya dengan Kristus dikatakan Alkitab dengan sebutan “di dalam”: “Christ lives in me” dan “I live by faith in the Son of God” (Galatia 2:20). “Aku di dalam Kristus dan Kristus di dalam aku” berakar dalam kelimpahan relasi Allah Tritunggal. Relasi kita dengan Juruselamat dan Tuhan kita Yesus Kristus adalah relasi yang lekat tanpa menghilangkan identitas Pencipta dan kita yang adalah ciptaan-Nya.  

    Hal ini ditegaskan oleh Tuhan Yesus dalam doanya sebagaimana dinyatakan dalam Yohanes 17:20-23. Tuhan Yesus menunjukkan keindahan “mutual in-dwelling” dari TUHAN dan gereja-Nya, dan gereja dan TUHAN-nya. TUHAN Allah berkenan tinggal di dalam kita sebagaimana kita juga tinggal di dalam Dia. 

    Semuanya itu hanya dapat terjadi oleh pekerjaan Roh Kudus. Dalam peristiwa kelahiran Yesus, Roh Kudus yang mengandung-Nya dalam rahim Maria. Bahkan dikatakan bahwa Roh Kudus memenuhi-Nya dengan tanpa batas. Demikian pula dalam hubungan kita dengan TUHAN. Roh Kuduslah yang memungkinkan kelimpahan relasi “di dalam” ini jadi. Demikianlah kita oleh Roh Kudus berada di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita, dan oleh Roh Kudus pulalah kita dibentuk menjadi serupa dengan Anak Allah yang tunggal itu. 

~ Pdt. Joshua Lie