Kolose 1:2

Reformational Worldview Chapel Perdana • 5 November 2006

“… kepada saudara-saudara yang kudus dan yang percaya dalam Kristus di Kolose…” (Kolose 1:2) 

    Paulus mengirimkan suratnya kepada jemaat di Kolose. Keberadaan jemaat di Kolose disebutkan oleh Paulus dalam ucapan salamnya. Paulus menyadari keberadaan mereka di Kolose bukannya tanpa konsekuensi. Kolose dengan segala arus pemikirannya bukan hanya mempengaruhi hidup mereka namun juga membentuk jaringan dan pemetaan kehidupan mereka.     

    Sebutlah beberapa contoh yang diungkapkan Paulus dalam suratnya. Jemaat di Kolose dibentuk dalam pengaruh baik mitologi para filsuf dan kepercayaan agama Yahudi. Keduanya membayangi bahkan membentuk jejaringan kehidupan mereka.

    Jejaringan kehidupan inilah yang menjadi dasar pengenalan diri mereka. Dimulai dengan berbagai larangan yang memisahkan mereka dari ciptaan TUHAN menuju kepada penyembahan kepada para Malaikat dan berkanjang pada penglihatan-penglihatan (2:18-23). 

    Ketika jaringan kehidupan mereka mulai dipisahkan dari ciptaan TUHAN maka langkah selanjutnya mereka akan diselewengkan dari iman yang sejati kepada TUHAN dan Juruselamat, Yesus Kristus. Atau sebaliknya, ketika kehidupan iman mereka mulai dikacaukan dari iman yang sejati dalam Kristus, selanjutnya mereka mulai dipisahkan dari ciptaan TUHAN bahkan dari diri mereka sendiri.  

    Para filsuf dan agamawan Yahudi tentu saja bukanlah suatu paduan, namun dalam prakteknya keduanya menyatu dalam membentuk kehidupan penduduk Kolose bahkan jemaat TUHAN di kota itu. 

    Pernyataan Paulus di awal suratnya bermaksud menyadarkan siapa diri mereka. Mereka tidak perlu memisahkan diri dari kota Kolose, namun mereka bukan lagi bagian dari pembentukan kota itu. Kota Kolose dengan segala kemegahannya bersama kota Hierapolis dan Laodikea akan segera luluh lantak karena gempa bumi. Tidaklah benar jikalau jemaat membiarkan jejaring kehidupannya dibentuk oleh arus pemikiran dunia sekalipun telah “memenuhi” kota kita.

~ Pdt. Joshua Lie