Kolose 1:9-12

Reformational Worldview Chapel • 12 November 2006 

Unique or/and Ubiquity?

    Injil berkembang dan berbuah keseluruh dunia (ayat 6). Kalimat ini bukan sekedar penegasan Paulus akan kuasa Injil di dalam dunia ini namun sekaligus menyatakan ciri Injil sebagai suatu yang unik sekaligus bersifat ubiquity (hadir dimana-mana). 

    Injil itu unik karena mempunyai identitasnya di dalam Yesus Kristus. Sekaligus Injil hadir di seluruh dunia. Paduan keduanya menunjukkan sifat Ilahi. Sifat inilah yang dibawa oleh Injil Yesus Kristus yang menyatakan keselamatan di dalam Kristus sekaligus menyatakan hidup yang berkelimpahan.

    Tanpa keunikan, Injil tidak dapat dikenali karyanya. Tanpa ubiquity, Injil tidak dapat menyatakan kuasa keselamatan Yesus Kristus bagi umat manusia.  

    Bagaimana kaitannya dengan kita sebagai penerima Injil Yesus Kristus? Dalam ayat 10, Paulus menyatakan kehidupan yang menerima Injil sebagai suatu kehidupan yang berbuah. Injil berbuah di dalam dan melalui kehidupan kita. Inilah dasar keunikan hidup setiap umat tebusan Kristus. Tanpa keunikan, kita tidak dapat menyatakan hidup yang berbuah. Tanpa keunikan, kehadiran kita di dalam dunia tidaklah bermakna. Namun demikian, kita tidak memiliki sifat ubiquity. Keunikan tanpa ubiquity ini ditunjukkan Paulus dengan membandingkan pernyataannya tentang Injil yang berbuah di seluruh dunia (ayat 6) dengan kita yang berbuah dalam segala pekerjaan baik (ayat 10).

    Keunikan kita tidak menjadikan kita merasa segala-galanya tanpa ada yang dapat menggantikannya, tanpa ada yang dapat meneruskannya. Keunikan kita justru berfokus pada menghasilkan buah di segala pekerjaan baik.

    Ketika seseorang menerima Injil Kristus, ia memperoleh keunikannya dalam Kerajaan Allah dalam kaitan dengan tempat dan tanggung jawabnya mengerjakan segala pekerjaan baik yang melekat pada kehidupan kita di dalam Kristus.

    Mari kita mulai mengamati kehidupan kita apakah kita menyadari keunikan kita sebagai anak-anak TUHAN. Kesadaran akan keunikan sepatutnya diikuti dengan kesiapan menghasilkan buah yang mencakup segala aspek kehidupan kita tanpa perlu mengklaim hidup kita tanpa batas.

    Selamat bertumbuh dan layanilah TUHAN.

~ Pdt. Joshua Lie