Kolose 1:9-14

Reformational Worldview Chapel • 19 November 2006

Apakah konsekuensi keunikan kita sebagai anak-anak TUHAN? Apakah pula implikasi kenyataan bahwa kita terbatas, tidak mempunyai kesanggupan untuk menjadi segala-galanya (ubiquity)? 

    Pertama-tama rasul Paulus menjelaskan implikasi hidup kita yang ada batasnya. Sekalipun kita unik, tidak berarti bahwa kita memiliki hak dan kekuatan untuk merasa segala-galanya.  

    Mudah sekali ketika kita merasa mempunyai keunikan, kita terjerumus dalam kesadaran menjadi orang yang sangat penting. Kita merasa memiliki hak untuk luput dari segala kesulitan ataupun pembentukan diri.

    Namun sebaliknya Paulus menegaskan bahwa kita tetap memerlukan pembentukan TUHAN dalam segala aspek kehidupan. Untuk itu kita sepatutnya memiliki sifat “great endurance, patience and joyfully.” (ayat 11-12). Kesabaran bukan hanya berkaitan dengan panjang pendeknya waktu, tetapi yang utama adalah kesanggupan memahami kelimpahan pembentukan tangan TUHAN atas hidup kita. 

     Dasarnya adalah keunikan hidup kita berasal dari TUHAN. Keunikan bukanlah suatu yang dibangun oleh diri sendiri ataupun orang lain melainkan dimulai dan digenapi oleh TUHAN atas kita. Keunikan kita bukanlah berasal dari hidup sendiri, bukan pula dari hasil karya kita sendiri melainkan dari TUHAN yang  melepaskan kita dari kuasa kegelapan.

    Mari kita belajar hidup sejalan dengan keunikan kita sebagai anak-anak TUHAN  Sejalan pula dengan kesadaran bahwa keunikan itu berasal dari TUHAN yang menyelamatkan kita.

~ Pdt. Joshua Lie